pohon-pohon dan alam liar

ada yang suka musik indie? indie lokal mungkin? kalau ada mungkin udah nggak asing lagi sama the trees and the wild. 

jadi the trees and the wild adalah nama salah satu band indie lokal yang sudah tidak dipungkiri lagi kualitas musiknya menurut saya. band yang kerap disingkat jadi TTATW ini juga sudah mempunyai 2 album dan telah melakoni tur dalam maupun luar negeri.

band yang kerap disebut “trees and wild” ini terbentuk di Bekasi tahun 2005 dan sekarang berdomisili di Jakarta. band ini dikenal dengan perpaduan musik ambient, post-rock dan folk, didukung dengan unsur-unsur pop dengan identitas khas Indonesia. kalau menurut saya kerennya sih dari sisi experimentalnya, soalnya masih jarang band di Indonesia yang serius berkarya di genre itu.

pertama kali saya nemuin band ini sekitar bulan Oktober 2015. jadi waktu itu saya baru suka streaming di youtube gara-gara udah pasang wifi di kost-an. lalu nemuin channel Sounds From The Corner yang “anjir! keren parah” kontennya. konten pertama yang saya tonton adalah kolaborasi ciamik dari Efek Rumah Kaca dan Barasuara, yang akhirnya bikin saya jatuh cinta sama musik indie lokal haha terutama Barasuara.

setelah mengenal Barasuara, akhirnya lewat vokalisnya ‘Iga Massardi’ saya bisa nemuin TTATW. Iga adalah mantan gitaris dari TTATW yang memutuskan untuk cabut dari TTATW pada tahun 2011 dan membentuk band baru yaitu Barasuara tadi. padahal kalau dilihat-lihat dua band tadi sama kerennya, meskipun TTATW ditinggal bang Iga, tapi tetep nggak turun performa dan hasil karya mereka. salut!

sedikit balik, jadi kenapa saya kepincut sama musik indie lokal yaitu karena saya bisa lebih belajar dan mencintai karya musik lewat musisi-musisi indie lokal tadi. lewat lagu dari Efek Rumah Kaca yang berjudul Pasar Bisa Diciptakan, saya juga bisa paham bagaimana realita dan harapan musik di Indonesia. jika dibandingkan dengan karya musisi Indonesia yang berlabel pun menurut saya musik indie lokal tidak kalah jauh soal kualitas, malahan bisa jauh lebih bagus.

oh iya, jadi 4 Desember 2016 kemarin saya bisa nonton TTATW di Open Space Grand City Surabaya yang juga serangkaian dari tour “I’ll believe in anything”. anjir keren bat dah performancenya. jadi ketagihan nonton live terus disamping bosen ngedengerin lagunya dari cd, hape ato lepi. pernah juga sebelumnya saya nonton tour Taifun nya Bara di Surabaya, sama-sama berjuang berangkat dari Jember cuma buat nonton mereka berdua. yah namanya juga seneng, apapun bisa aja tetep dilakuin.

berikut ini salah empat dari momen yang saya abadikan dari lensa kamera waktu nonton TTATW.

DSC_1207
sebats dulu coy. – Hertri Nur Pamungkas
DSC_1289
idaman lelaqi. – Charita Utami
DSC_1294
the energy.

dan ini waktu mereka bawain satu-satunya lagu dari album ‘Rasuk’ yang adem ayem banget, judulnya ‘kata’. happy watching!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s