Wiski (re: Miski)

Siapa yang tak kenal Pak Miski? Di kalangan mahasiswa FK UNEJ, pastinya hampir semuanya sudah tidak asing lagi dengan sosok tersebut. Terutama di kalangan mahasiswa yang berkecimpung dengan kegiatan diluar jam perkuliahan. Mungkin jika ada yang belum tahu pun minimal pernah melihat atau mengenali wajahnya. Ya, bisa dibilang Pak Miski itu tangan kanan dari Dekanat kampus, karena apapun kegiatan kampus selalu beliau lah yang menjadi orang penting apalagi soal teknisnya di lapangan.

Sebetulnya saya juga tidak sebegitu paham apa jabatan yang beliau pegang di Dekanat, namun saya yakin beliau lah yang dipercaya dan diamanahi di lapangan untuk mengkoordinasikan semua kegiatan kampus baik itu kepentingan Dekanat maupun mahasiswa. Beliau bukan orang baru di kampus, sudah sangat lama beliau berada di lingkungan kampus mungkin sudah lebih dari satu dasawarsa. Beberapa tugas beliau yang saya tahu antara lain menjaga kampus ketika jam perkuliahan telah usai hingga jam perkuliahan dimulai kembali, memantau kegiatan mahasiswa diluar jam perkuliahan terutama saat malam hari, mengontrol peminjaman sarana prasarana kampus oleh mahasiswa, memimpin persiapan (penataan ruang, penyediaan perlengkapan, bersih-bersih ruangan, dsb.) ujian osce oleh para karyawan, dan masih banyak lagi tentunya. Penjaga, perlengkapan, waker, sarpras, peminjaman, kampus, ialah beberapa kata yang tidak terlepas dari beliau.

Sosok tua yang mondar-mandir kesana kemari, ada di setiap sudut kampus, tak pernah kenal kata letih, selalu ada untuk para mahasiswa maupun petinggi Dekanat, dan juga terkenal dengan mimik wajahnya yang seperti murung/ ngga mood padahal sebenarnya orangnya asik diajak ngobrol apalagi bercanda. Cobalah sesekali ajak beliau ngobrol atau sekedar menyapanya, inshaaAllah beliau bukan tipe orang yang pemarah/ sentimental. Apalagi kalau sudah bisa membuat beliau tersenyum dan memunculkan garis tawanya, pasti tidak lagi berpikiran kalau beliau itu pemurung atau sentimental hehe.

Namun entah mengapa akhir-akhir ini beliau berbeda. Apalagi ketika saya bertemu dengan beliau kemarin sore setelah salah satu kegiatan mahasiswa selesai di Ruang Kuliah Lt.1 Gedung OSCE. Beliau terlihat seperti ingin marah tapi untungnya masih bisa tertahan. Sontak saya langsung menghampiri beliau dan bertanya ada apa sebenarnya hingga membuat beliau seperti itu. Ternyata ada masalah soal peminjaman sarana prasarana, lebih tepatnya peminjaman ruang di Gedung Keterampilan Klinik (OSCE) oleh salah satu mahasiswa. Yang saya tahu, ini bukan kejadian pertama masalah peminjaman sarpras yang beliau ceritakan kepada saya.

Beliau menjelaskan bahwa Gedung OSCE itu sudah tidak boleh lagi dipinjam oleh mahasiswa untuk kegiatan mahasiswa karena pernah suatu saat analis yang bekerja di gedung tersebut melapor ke pihak Dekanat bahwa gedungnya kotor dan sepertinya terjadi setelah kegiatan mahasiswa yang dilakukan di tempat tersebut. Akhirnya, petinggi Dekanat pun tidak memperbolehkan lagi gedungnya dipinjamkan untuk kegiatan mahasiswa diluar jam perkuliahan khususnya ormawa. Beliau juga menambahkan semisal esok hari dipanggil oleh atasan soal masalah ini, mahasiswa yang meminjam harus datang dan bertanggung jawab terkait masalah ini.

Setelah selesai mendengarkan penjelasan dari beliau saya langsung menuju ke mahasiswa terkait yang meminjam tempat tersebut dan menanyakan soal masalah tadi. Ternyata dari mahasiswa yang meminjam sudah diperbolehkan dan disetujui oleh pihak perlengkapan Dekanat soal peminjaman RK tersebut. Lalu saya menanyakan kenapa harus menggunakan RK Gedung OSCE, apa RK di Gedung Kuliah sudah full digunakan oleh pihak ormawa lain. Ternyata memang sudah full dan acara mereka tidak terdata di kalender ormawa sehingga mereka berupaya untuk mencari ruangan lain yang akhirnya menggunakan RK Gedung OSCE.

Disini saya mencoba menelaah dimana sebenarnya inti dari permasalahan tersebut. Jika dilihat dari sudut pandang Pak Miski, beliau bisa saja kurang berkoordinasi dengan pihak perlengkapan yang memberi ijin peminjaman, namun apa yang beliau lakukan tetaplah benar dengan menjaga amanah dari Petinggi Dekanat. Jika dari sudut pandang mahasiswa peminjam, mungkin dia juga kurang berkoordinasi dengan atasannya lebih tepatnya ketua kegiatan hingga penanggung jawab dari ormawanya, bisa juga dia tidak tahu atau mengabaikan kalender ormawa dengan ketentuan untuk kegiatan yang meminjam ruangan di kampus dibatasi maksimal 2 kegiatan untuk satu harinya. Bisa juga dia kurang tahu soal isu terbaru peminjaman RK Gedung OSCE.

Tapi tunggu dulu jangan langsung berpikiran negatif menuju pihak yang salah. Jika memang peraturan yang tidak memperbolehkan peminjaman tersebut ada, maka sebagai mahasiswa ada baiknya untuk meminta dan mendapat penjelasan secara rinci kepada pihak Dekanat bagaimana dan mengapa dibentuk peraturan tersebut. Jika memang ada dan jelas peraturannya, baik tujuannya untuk semua pihak, maka harus ditaati. Namun ketika belum ada kejelasan, segera lah untuk bernegosiasi dan melobi pihak Dekanat.

Sekarang yang bisa kita lakukan adalah saling berintrospeksi diri, kembali berkaca, dan menjadikan yang telah usai sebagai pembelajaran agar ke depannya bisa lebih baik lagi. Jika saja semua elemen yang ada di kampus berhubungan dengan baik serta saling mendukung satu sama lain maka inshaaAllah hal-hal seperti tadi bisa diminimalisir. Sebagai pihak yang mempunyai kepentingan kegiatan ada baiknya tidak hanya berhubungan dengan pihak yang memberi ijin ketika sedang membutuhkan. Bisa dibayangkan ketika kita hanya didatangi orang lain saat mereka butuh kita tanpa menjalin hubungan yang baik diluar kepentingan tersebut, maka pastinya terasa tidak nyaman di hati.

Mari kita budayakan 3S (senyum, salam, sapa) dalam kehidupan kita sehari-hari, terutama saat kita berada di kampus. Tidak hanya kepada dosen-dosen maupun karyawan, namun juga sesama mahasiswa yang sama-sama mencari ilmu dan berjuang di kampus tercinta. Pun juga dengan ibu penjaga kantin, pak satpam, dan orang lain. Berawal dari hal-hal kecil seperti ini hingga saling berhubungan baik satu sama lain, kita bisa membangun sebuah ikatan harmonis di lingkungan kita yang akhirnya berdampak pada suasana yang nyaman dan mendukung bagi perkuliahan maupun kegiatan mahasiswa. Salam #1Cita1Cinta1Keluarga , FK UNEJ Unite!

Advertisements

One thought on “Wiski (re: Miski)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s